Friday, May 18, 2007

Universitas berbasis Islam melahirkan sikap gontok dan pemarah

Demo mahasiswa STAIN Ambon Maluku diwarnai dengan kekerasan dan gontok-gontok'an. Mahasiswa di sekolah dengan basis Agama Islam ini gemar sekali mengumbar amarah untuk menyelesaikan masalah. Lihatlah track record yang terekam Google. Demo-demo mahasiswa STAIN Ambon.

Kerusuhan, pengrusakan, marah dan bakar-bakaran terjadi di Universitas Islam Sumatera utara. Perang yang dilandasi oleh perebutan kepengurusan yayasan ini mengakibatkan beberapa orang bocor berdarah-darah dan kerusakan fasilitas kampus.

Yang membuat heran tukang becak adalah sebagai berikut:
  • Mereka adalah kelompok terdidik
  • Mereka adalah masyarakat intelektual
  • Mereka beragama. Islam.
Kok mereka itu goblog? Goblognya itu kelihatan dari cara menyelesaikan masalah. Apa mereka tidak bisa berunding? Apa mereka tidak bisa bermusyawarah?

Kok mereka itu tidak bisa mengendalikan diri? Agama apa yang tidak bisa mengajari ummatnya untuk bisa mengendalikan diri agar berbeda dari binatang? Jika agamanya sudah benar berarti metodologi pengajarannya yang tidak benar.

Hari ini salah satu tokoh dari pihak yang terkait dalam kerusuhan menyerahkan diri. Dia bernama Helmy Nasution. Rupanya pria berperut tambun dengan baju ala Arab dan berjenggot ini. Apa musti ditarik kesimpulan bahwa orang model begitu selalu menyulut kerusuhan, mengumbar amarah dan permusuhan? Huh!

Orang kok nggak bisa damai! Sama saudara seagama saja berkelahi. Katanya sesama Islam bersaudara. Gimana sih?

Orang Indonesia menjadi berita di Amerika

Bukan karena prestasi terbaiknya, orang Indonesia dikenal dunia. Indonesia kali ini telah diakui oleh dunia sebagai pengekspor 'babu' atau istilah penghalusnya TKW (Tenaga Kerja Wanita).

Hari ini diberitakan dua orang pembantu rumah tangga dari Indonesia disiksa oleh jutawan warga negara Amerika keturunan India. Tidak tanggung-tanggung penyiksanya bukan nyonya rumahnya saja, tapi tuan rumahnya sekaligus. Sepasang suami istri yang juragan parfum ini menyiksa dua wanita saudara kita ini dengan amat sadis. Mereka disiksa seperti hewan pengganggu tanpa ampun. Salah satunya dipotong telinganya nyaris putus.

Keluarga jancuk dari India ini bernama Mahender Sabhani dan istrinya bernama Varsha Keluarga ini telah memperbudak saudari kita. Terbongkarnya kasus ini berkat salah satu saudari kita melarikan diri guna mencari pertolongan ke pertokoan terdekat. Dia keluar dari rumah hanya mengenakan celana dalam dan BH saja. Dia ditolong oleh karyawan Dunkin's Donuts dan melaporkannya ke kepolisian terdekat.

Mendapat laporan, polisi bergerak ke rumah orang biadab ini dan menemukan saudari kita satunya berada di WC.

Ini saya tampilkan rumah jutawan bangsat penyiksa saudari kita.


Dua saudari kita korban penyiksaan bernama Samirah dan 'nona'. Mereka pekerja legal yang memiliki visa kerja B-1.
Bentuk-bentuk penyiksaan: disiram air dingin, lari naik-turun tangga 150 kali, memakan 25 lombok. Semuanya dilakukan secara bergiliran. Mengiris telinga.

Perkembangan kasus: Juragan jahanam tersebut menyewa pengacara termahal. Memberikan uang jaminan sebesar 3,5 juta dollar agar dia tidak ditahan selama proses persidangan.

Mahender Sabhani dan istrinya ini rupanya orang kaya sontoloyo dan gila. Dari pengakuan korban, dia juga tidak pernah menerima gaji sebesar $200 dan $100 seperti yang dijanjikan.

Video pemberitaan TV setempat dapat anda lihat disini. http://cbs2chicago.com/watercooler/watercooler_story_136083201.html


Thursday, May 17, 2007

Obrolan jalanan ala tukang becak

Blog ini aku buat untuk menampung pikiran-pikiran mengenai banyak hal yang terjadi di sekitar. Dengan alasan bukan kapasitas saya mengomentari suatu hal, tapi harus saya komentari, maka blog ini aku sebut dengan Obrolan abang becak atau tukang becak.

Tukang becak sering lebih kritis dan tajam dalam membicarakan sebuah peristiwa. Bahkan lebih tajam dari tayangan berita manapun di media massa.